المقالة
27 Agustus 20260
0 Kali Dibaca
1 Sedang Membaca
الحب! قضاياه وضحاياه
قسمالبحوث
بواسطةقسم البحوث والدراسات اللغوية (Redaksi)•في ٢٧ أغسطس ٢٠٢٦ (27 Agustus 2026)
الحب! قضاياه وضحاياه | Cinta! Problematika dan Korban-korbannya

ملخص الذكاء الاصطناعي (Ringkasan Cerdas AI)

قسم الدراسات الأدبية
Divisi Sastra & Kajian Sosial

قسم الدراسات الأدبية

Lihat Profil Lengkap

Pena literasi dan renungan hikmah kehidupan berlandaskan nilai syariat Islam.

"العلم صيد والكتابة قيده"

Tsaqafah IslamiyyahAdabTazkiyatun Nufus
Waktu baca: 0 Menit
Bagikan:

ثمة ما يشبه الاتفاق أن الحب له دوره في الحياة وله سلطانه في القلوب وضحاياه في القبور وأسيره في السجون وأميره في القصور، وله تاريخه الذي لايبلى وأيامه التي لاتنسى وحديثه الذي ملأ الأفواه. والحب الذي هذا شأنه يتطلب من كال فرد أن يحضر السفينة للإبحار في البحر الواسع العميق، فمن قدر على إحضارها يتمتع بجماله وملذاته ومن عجز عن ذلك تجرع مرارة الغرق فيه.

ومن المشاهد أنه يعاني غير قليل من أبناء جلدتنا الجهل الجلي بمراد الشريعة عن الحب من جراء قلة مجالسته بالمتحابين في الله وعدم محاولته للاطلاع على معنى الحب في كتاب الله، فلا يستغرب أن يقلد الكثيرُ الغربيين الكافرين في ترجمة الحب، فيخرجون عن مراد الله تعالى في خلقه وعما علمه الرسول صلى الله عليه وسلم في استجابته، ومن أجمل ما قيل في الحب هو ما قاله الشيخ البوطي رحمه الله تعالى "إنه التعلق بالشيء على وجه الاستئناس بقربه والاستيحاش من بعده"، هذا في محبة الإنسان للإنسان أو محبته لسائر الأغيار، وأما محبة الله للإنسان فليس في هذا المعنى لأنه عز وجل لاينسب إليه الاستيحاش ولا الاستئناس.

ومن هذا المنطلق القصير نسترد قليلا ما عليه شعبنا اليوم من الخوض في الحب إلى حد أعمى بحيث وجدنا الكثير من الشباب مستغرقين في الهموم والغموم من جراء شغفه في الحب، و من الغريب أن الحب الذي جعله مهموما هو حب ما حرمه الله وأغرب من ذلك اعتقادهم بأنه شيء عادي بل من مستلزمات الحياة، على سبيل المثال حبهم على الخروج ومخالطة النساء الأجنبيات في كل نهاية أسبوع وخصصوا له وقتا يتفرغون فيه عن أي نشاط سواه بل سموه استعارة من مصطلحات الكفار مثل عيد الحبوما في معناه.

ياحبذا لو عرفوا الواقع بأن تلك العادة السيئة اخترعها الكفار لإغراق المسلمين في الشغف والهوى والانشغال بالمشاعر والعواطف حتى نسوا الجهاد والمجاهدة في نيل رضا الله، فليعلم القراء أن هذا السرد ليس عن فراغ بل نتيجة دراستي على نسخة من نسخ مقالات المؤرخ الحبيب علوي بن شهاب البتاوي مع إمعان النظر فيه، ومما يؤسف له أن برز على السطح ما يسمى بـ Sleep call وهو عبارة عن مكالمة هاتفية بين الرجل والأجنبية قبل النوم حتى استيقاظهما فيصيران على المعصية في آخر يومهما وأوله مع أنه لقد حثنا الرسول صلى الله عليه وسلم على أن نختتم ونبتدأ أيامنا بالأذكار والأعمال الصالحة، لعلكم تقولون : إذن ماهو الحب الصحيح ؟ فأقول في الجواب : أن الحب الصحيح أن يكون منتهاه إلى رضا الله عز وجل سواء ذلك حب الإنسان للإنسان أوحبه لسائر الأغيار مثل محبة الأزواج والأبناء والآباء والآقارب والأصدقاء.

أخيرا ينادي كاتب هذه السطور كافة طلاب العلم الشريف أن يجتنبوا فتنة الزمان وأن يكونوا أسوة لغيرهم في العمل بما في شريعتنا الغراء، ولن يتجسد ذلك إلا بعد الإكثار من التدبر بكتاب الله، وفقنا الله وإياكم لصالح الأعمال آمين

Hampir ada semacam kesepakatan bahwa cinta memiliki perannya dalam kehidupan; ia memiliki kekuasaan di dalam hati, menyisakan korban-korbannya di alam kubur, menahan tawanannya di dalam penjara, dan menobatkan pangerannya di istana-istana. Cinta memiliki sejarah yang tak lekang oleh waktu, hari-hari yang tak terlupakan, dan perbincangan yang senantiasa memenuhi lisan manusia. Cinta yang sedemikian rupa keadaannya, menuntut setiap individu untuk menyiapkan perahu agar dapat berlayar di lautannya yang luas dan dalam. Barangsiapa yang mampu menyiapkannya, ia akan menikmati keindahan dan kelezatannya, namun barangsiapa yang tidak mampu, ia akan menelan pahitnya tenggelam di dalamnya.

Salah satu realitas yang bisa disaksikan adalah tidak sedikit dari saudara-saudara kita yang mengalami ketidaktahuan yang nyata akan maksud syariat tentang cinta. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya bergaul dengan orang-orang yang saling mencintai karena Allah dan tidak adanya upaya untuk menelaah makna cinta di dalam Kitabullah. Maka, tidak heran jika banyak yang meniru orang-orang Barat yang kafir dalam menerjemahkan makna cinta, sehingga mereka keluar dari maksud Allah Ta'ala dalam penciptaan-Nya dan dari apa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dalam meresponsnya.

Di antara ungkapan terindah yang pernah dikatakan tentang cinta adalah perkataan Syekh Al-Bouti rahimahullah: "Cinta adalah keterikatan pada sesuatu dengan merasa nyaman saat berdekatan dengannya dan merasa kesepian saat berjauhan darinya." Ini berlaku pada cinta manusia kepada sesama manusia atau cintanya kepada selainnya. Adapun cinta Allah kepada manusia, maknanya tidaklah demikian, karena 'Azza wa Jalla tidak disifati dengan perasaan kesepian maupun merasa nyaman (karena butuh).

Dari titik tolak yang singkat ini, mari kita ulas sedikit keadaan para pemuda kita saat ini yang terjerumus ke dalam cinta hingga ke tahap buta. Kita mendapati banyak pemuda yang tenggelam dalam duka dan kegundahan akibat mabuk kepayang oleh cinta. Anehnya, cinta yang membuatnya gundah itu adalah cinta pada hal yang diharamkan Allah. Dan yang lebih aneh lagi adalah keyakinan mereka bahwa hal itu merupakan sesuatu yang biasa, bahkan dianggap sebagai kebutuhan hidup. Sebagai contoh, kegemaran mereka untuk keluar dan berbaur dengan wanita ajnabiyah (bukan mahram) setiap akhir pekan, mengkhususkan waktu untuk itu dengan mengabaikan aktivitas lainnya. Bahkan, mereka menamainya dengan meminjam istilah-istilah orang kafir seperti Hari Valentine (Hari Kasih Sayang) dan sejenisnya.

Alangkah baiknya jika mereka menyadari kenyataan bahwa kebiasaan buruk tersebut diciptakan oleh orang-orang kafir untuk menenggelamkan kaum Muslimin dalam hasrat, hawa nafsu, dan kesibukan emosi, sehingga mereka melupakan jihad dan perjuangan dalam meraih rida Allah. Ketahuilah para pembaca, bahwa paparan ini bukan tanpa dasar, melainkan hasil telaah dan pencermatan mendalam saya terhadap salah satu naskah artikel sejarawan Habib Alwi bin Syihab Al-Betawi.

Hal yang sangat disayangkan adalah munculnya fenomena ke permukaan yang disebut dengan "Sleep call", yaitu panggilan telepon antara seorang pria dan wanita bukan mahram sebelum tidur hingga mereka terbangun. Akibatnya, mereka berada dalam kemaksiatan di akhir hari sekaligus di awal harinya. Padahal, Rasulullah ﷺ telah menganjurkan kita untuk menutup dan mengawali hari-hari kita dengan zikir dan amal saleh.

Mungkin Anda akan bertanya: "Lalu, apa itu cinta yang benar?" Maka saya jawab: Cinta yang benar adalah cinta yang muaranya berujung pada rida Allah 'Azza wa Jalla, baik itu cinta manusia kepada sesamanya, maupun cintanya kepada yang lain, seperti cinta kepada pasangan, anak, orang tua, kerabat, dan sahabat.

Akhir kata, penulis barisan kalimat ini menyeru kepada seluruh penuntut ilmu yang mulia agar menjauhi fitnah zaman ini, dan agar mereka menjadi teladan bagi orang lain dalam mengamalkan syariat kita yang suci. Hal itu tidak akan terwujud kecuali dengan memperbanyak tadabur (merenungkan) Kitabullah. Semoga Allah memberikan taufik kepada kami dan Anda semua untuk melakukan amal saleh. Amin.

Hubungi Kami

Punya pertanyaan atau ingin berlangganan majalah eksklusif? Hubungi tim admin Qismul Buhuts melalui WhatsApp.

+62 851-1366-7833

Kamus Mufradat

IndonesiaInggrisArab
Problematika / Isu-isuIssues / Problemsقَضَايَا
Tak lekang oleh waktuDoes not wear out / Fadelessلاَ يَبْلَى
BerlayarSailingالإِبْحَار
Menelan kepahitanSwallowed the bitternessتَجَرَّعَ مَرَارَة
Saudara sebangsa/seagamaOur compatriots / Fellowsأَبْنَاء جِلْدَتِنَا
Merasa kesepian / HampaFeeling lonely / Desolationالاِسْتِيْحَاش
Mabuk kepayang / Hasrat kuatInfatuation / Intense passionشَغَف
Duka dan kegundahanSorrows and griefsالهُمُوْم وَالغُمُوْم
Alangkah baiknyaOh, how wonderful / Ideallyيَا حَبَّذَا
Pencermatan mendalamDeep scrutiny / Reflectionإِمْعَان النَّظَر
Muncul ke permukaanEmerged to the surfaceبَرَزَ عَلَى السَّطْح
Muara / Puncak akhirnyaIts ultimate end / Destinationمُنْتَهَاهُ
Syariat kita yang mulia/suciOur glorious/radiant Shariaشَرِيْعَتُنَا الغَرَّاء

التعليقات(Komentar Pembaca)0

أضف تعليقك(Tinggalkan Komentar)

Memuat komentar... (جاري التحميل)